The Padashon Demban Tradition of 'Delivering Betel' in the Batak Simalungun Community: A Study of Local Wisdom

Authors

  • Roma Hotni Uhur Purba Prodi Sastra Batak,Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara, Indonesia
  • Tioara Monika Simarmata Prodi Sastra Batak,Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara, Indonesia
  • Ridho Wahyu Cristian Silaban Prodi Sastra Batak,Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara, Indonesia
  • Andreas Alessandro Hutagalung Prodi Sastra Batak,Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara, Indonesia
  • Tomson Sibarani Prodi Sastra Batak,Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55909/jpbs.v4i5.918

Keywords:

Padashon Demban, Batak Simalungun community, local wisdom

Abstract

This study examines the Padashon Demban tradition, also known as the tradition of giving betel to the Batak Simalungun people. This tradition is a cultural heritage that still lives on today. This study aims to identify the symbolic meaning, social function, and cultural values contained in the practice of giving betel as part of the Simalungun community’s way of life. This study employed a qualitative methodology and a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews with traditional leaders and community members, and through literature research on various written sources on Simalungun traditions and culture. The study shows that Padashon Demban has various presentation forms, including Batu ni Demban, Demban Tugah-Tugah, Demban Tasakan, and Demban Gunringan. Each form has a unique purpose and meaning. This tradition embodies social, ethical, aesthetic, and spiritual values that emphasize the importance of respect, politeness, balance, and togetherness in community life. Betel is a symbol of goodwill, appreciation, and a way to strengthen social relationships and resolve problems peacefully. The Padashon Demban tradition demonstrates the strong cultural and moral values of the Batak Simalungun people. It is crucial to preserve this tradition so that future generations can recognize and practice the noble values that shape social harmony and the nation’s cultural identity.

References

Abdullah, R. D. (2024). Potret Budaya Toraja dalam Cerpen di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon Karya Faisal Oddang. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 688–699. https://doi.org/10.31943/bi.v9i2.814

Adji, M., & Intan, T. (2020). Pemikiran Kolektivitas, Mistis, dan Ontologis dalam Upacara Rambu Solok pada Novel Puya ke Puya (Collectivity, Mystical, and Ontological Thinking in the Death Ceremony of Rambu Solok in the Puya ke Puya Novel). Sawerigading, 26(2), 209–221. https://doi.org/10.26499/sawer.v26i2.785

Ayyuhda, C., & Karsiwan, D. (2020). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kitab Kuntara Raja Niti Sebagai Pedoman Laku Masyarakat Lampung. Social Pedagogy: Journal of Social Science Education, 1(1). https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/social-pedagogy

Bandur, A. (2014). Penelitian Kualitatif: Metodologi, Desain, dan Teknik Analisis Data dengan NVIVO10. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Damanik, F. P., & Damanik, R. (2023a). Kearifan Lokal dalam Tradisi Marharoan Bolon Masyarakat Simalungun. 16(2)

Damanik, F. P., & Damanik, R. (2023b). Kearifan Lokal dalam Tradisi Marharoan Bolon Masyarakat Simalungun. 16(1)

Damayanti, C., Dewi, N.R., & Akhlis, I. (2013). Pengembangan CD Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Tema Getaran Daan Gelombang Untuk Peserta Didik SMP kelas VIII. Unnes Science Education Journal. 2(2):274-281

Handayani, N., & Abdulkarim, A. (2024). Value Learning: Integrasi Modal Sosial Bermuatan Nilai Kearifan Lokal Tradisi Perang Topat melalui Pembelajaran IPS. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(1), 1051-1062. https://jurnaldidaktika.org

Irsan, I., Nurmaya, A. L., Nurlainla, M., Syamsurijal, S., Agus, A. A. (2024). Kearifan Lokal sebagai Pilar Utama dalam Pembentukan Karakter Siswa: Eksplorasi dalam Konteks Pembelajaran di Sekolah Dasar . Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 1814 - 1825

Nurhayati, N., Apriyanto, A., Ahsan, J., & Hidayah, N. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Sonpedia Publishing Indonesia.

Purba, Y. D., & Purba, A. (2023). Keraifan Lokal dalam Tradisi Martidah Etnik Simalungun. Jurnal Kompetensi, 16(1), 203-210. DOI:10.36277/kompetensi.v16i1.168

Purba, F. A. (2019). Makna Simbolik Tor-Tor Sombah dalam Upacara Adat Kematian Sayur Martua pada Masyarakat Suku Batak Simalungun. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 16(2),219-229. DOI:10.33153/glr.v16i2.2490

Ramadhani, A. D., & Hapsarani , D. (2025). Kekerasan, trauma, dan kritik terhadap tradisi dalam alih wahana di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(2), 345-358. https://doi.org/10.30872/diglosia.v8i2.1194

Razak, A. (2023). Menggapai Mixed Methods Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia. Edisi-1. Pekanbaru: Yayasan Pendidikan Raja Zulkarnain.

Rispan, R., & Sudrajat, A. (2020). Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kalosara dalam Pembelajaran Sejarah untuk Membangun Karakter Siswa. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 8(1), 61. https://doi.org/10.24127/hj.v8i1.2254

Riyadi, I., Prabowo, E. A., & Hakim, D. (2024). Peran Bhinneka Tunggal Ika dalam Keberagaman Adat Budaya di Indonesia. 2(3), 34–49. https://doi.org/10.51903/jaksa.v2i3.1870

Sari, M., Rachman, H., Juli Astuti, N., Win Afgani, M., & Abdullah Siroj, R. (2022). Explanatory Survey dalam Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(01), 10–16. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1953

Sinulingga, J., Hotni, R., & Purba, U. (n.d.). Upacara Adat Mambere Tungkot Pakon Duda-Duda Etnik Simalungun: Wacana Kritis. https://www.researchgate.net/publication/391783031

Sugara, H., & Perdana, T. I. (2021). Nilai Moral dan Sosial Tradisi Pamali di Kampung Adat Kuta sebagai Pendidikan Karakter. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 19(1), 1. https://doi.org/10.31571/edukasi.v19i1.2331

Sulastri, T., Nurfajri, N., & Silaban, R. (2025). Pengembangan Modul Ajar Kimia Inovatif Berbasis PBL yang Terintegrasi dengan Kearifan Lokal Gayo Lues-Aceh. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(1 Februari), 1169-1178. https://doi.org/10.58230/27454312.1782

Wahyudiati, D., & Fitriani, F. (2021). Etnokimia: Eksplorasi Potensi Kearifan Lokal Sasak Sebagai Sumber Belajar Kimia. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia. 2(5),102-111. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPK/index.

Walad, M., Nasri, U., Hakim, M. I., & Zulkifli, Muh. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Agama: Transformasi Karakter Agama. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 12(1), 265–277. https://doi.org/10.38048/jipcb.v12i1.4676

Weyara, S., Saputri, D., Suroyya, R., & Yuliati, N. (2024). Ritual Tabok Sirih sebagai Upaya Penanganan Keterlambatan Berbicara pada Anak Usia Dini: Magis atau Edukatif? Psychospiritual: Journal of Trends in Islamic Psychological Research, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.35719/psychospiritual.vxix.xx

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Purba, R. H. U. ., Simarmata, T. M. . ., Silaban, R. W. C. . ., Hutagalung, A. A. . ., & Sibarani, T. . . (2025). The Padashon Demban Tradition of ’Delivering Betel’ in the Batak Simalungun Community: A Study of Local Wisdom. Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 4(5), 1273–1280. https://doi.org/10.55909/jpbs.v4i5.918