Gender Equality Concept of The #GirlsCan Hashtag in The Film Wadjda: A Semiotic Study of Roland Barthes

Authors

  • Nadya Nailatul Muna Prodi Bahasa dan Sastra Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Abdul Basid Prodi Bahasa dan Sastra Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55909/jpbs.v4i6.1007

Keywords:

gender equality, film, semiotic study

Abstract

Kesetaraan gender tetap menjadi isu sentral dalam media, termasuk film, karena film merepresentasikan realitas sosial dan membentuk opini publik. Film Wadjda (2012) menyoroti perjuangan perempuan dalam budaya patriarki Arab Saudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi kesetaraan gender dalam Wadjda melalui analisis semiotik Roland Barthes, dengan fokus pada gerakan #GirlsCan. Metode kualitatif deskriptif digunakan, mengamati semua adegan film dan menganalisis denotasi, konotasi, dan ideologi. Temuan menunjukkan bahwa objek seperti sepeda, menabung, membuat kerajinan, berbicara di depan umum, dan menerima penghargaan menyampaikan ideologi kesetaraan gender. Simbol-simbol ini menegaskan kemampuan perempuan untuk menantang batasan sosial, mengelola hidup mereka, membangun kemandirian, meraih prestasi, dan menegaskan kehadiran mereka di ruang publik. Wadjda berfungsi tidak hanya sebagai karya seni tetapi juga sebagai media untuk kritik sosial dan mempromosikan pemberdayaan perempuan, yang mencerminkan pesan #GirlsCan.

References

“#GirlsCan: Contribution Of Azerbaijan’s Girls and Young Women Is Focus of UNICEF/ AFFA Youth Forum. (2018). UNICEF. https://www.unicef.org/azerbaijan/press-releases/girlscan-contribution-azerbaijans-girls-and-young-women-focus-unicef-affa-youth

Al-Tayyar, A. S., Abdullah, M., & Dabbagh, A. (2021). Saudi Woman’s Cycling Trend and Sportswear Preferences. Journal of Service Science and Management, 9(2), 293–304. https://doi.org/10.4236/jss.2021.92020.

Alviyanti, I. F., & Siraj, F. M. (2023). Analysis Of Gender Equality In the Film Barbie the Movie. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 4(2), 141–55.

Barthes, R. (1957). Mythologies. Paris: Éditions du Seuil.

Barthes, R. (1964). Elements of Semiology. London: Jonathan Cape.

Berger, A. A. (2014). Semiotics And Society. Society, 51(1), 22–26. https://doi.org/10.1007/s12115-013-9731-4.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1992). Qualitative Research for Education: An Introduction To Theory And Methods. Boston: Allyn and Bacon.

Butler, J. (1986). Sex And Gender In Simone De Beauvoir’s Second Sex.Yale French Studies, (72), 35–49. https://www.jstor.org/stable/2930225.

Butler, J. (1999). Gender Trouble. New York and London: Routledge.

Connell, R. (2009). Gender In World Perspective. Cambridge: Polity Press.

Ferdianto, F., & Yesino, L. (2019). Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Materi SPLDV Ditinjau dari Indikator Kemampuan Matematis. SJME (Supremum Journal of Mathematics Education), 3(1), 32–36. https://doi.org/10.35706/sjme.v3i1.1335.

Hakim, T., Suriani, J., & Reizki, M. (2024). Analisis Semiotika dalam Memahami Makna Kesetaraan Gender pada Film Selesai. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 6(2), 237–44.

Mahsun, M. S. (2014). Metode Penelitian Bahasa Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi Metode dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Matusow, J. (2014). CoverGirl Promotes GirlsCan Campaign. Beauty Packaging. https://www.beautypackaging.com/breaking-news/covergirl-promotes-girlscan-campaign/ (Diakses 24 Juli 2025).

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Second Edition. London: Sage Publications.

Nabila, C., & Yurisa, P. R. (2025). Cultural Representation And Women’s Issues In The Film Wadjda: A Feminist Perspective. Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 7(1), 51–69.

Nurmalasyari, N. S., Alviani, D., Bila, S., & Rusliawan, S. (2024). Kebijakan Publik dan Peran Perempuan di Tengah Budaya Patriaki. JSPH: Jurnal Sosial Politik Humaniora, 1, 1–11.

Pratiwi, K. I., & Angela, D. (2024). Perempuan dan Politik: Analisis Kesetaraan Gender dalam Tayangan Film Barbie Tahun 2023 dalam Perspektif Feminisme. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(3), 249–62.

Razak, A. (2017). Menggapai Mixed Methods Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Ababil Press.

Ridwan, A. (2024). Analisis Wacana Representasi Budaya dan Ideologi dalam Film Wadjda (2012) Pendekatan Semiotika Roland Barthes. Jurnal Komunikasi dan Sastra, 3(2), 1–23.

Rosyadi, A. (2024). Representasi Stereotype Perempuan dalam Film Kartini (2017). Indonesian Journal of Humanities And Social Sciences, 5(2), 847–58.

Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Wadjda. (2013). Film Press Kit. https://s3.amazonaws.com/cdn.filmtrackonline.com/mongrelmedia/starcm_vault_root/images%2Ffiles%2F75%2F7525d233-d99f-456a-8083-efb581f7032f.pdf (Diakses 24 Juli 2025).

“World Vision Launches #GirlsCan Campaign to Celebrate International Day of the Girl Child.o(n.d.). World Vision. https://www.worldvision.org.ph/world-vision-launches-girlscan-campaign-to-celebrate-international-day-of-the-girl-child/ (Diakses 24 Juli 2025).

Downloads

Published

2025-12-05

How to Cite

Muna, N. N., & Basid, A. . . (2025). Gender Equality Concept of The #GirlsCan Hashtag in The Film Wadjda: A Semiotic Study of Roland Barthes . Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 4(6), 1859–1868. https://doi.org/10.55909/jpbs.v4i6.1007