Dysphemia in the 2024 Presidential Candidate Debates and Its Relevance to Indonesian Language Learning
DOI:
https://doi.org/10.55909/jpbs.v5i1.1062Keywords:
dysphemia, presidential candidate debates, Indonesian language learningAbstract
Kajian ini bertujuan menganalisis disfemia dalam debat calon presiden pada Pemilu 2024 serta relevansinya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi bentuk-bentuk disfemia yang muncul dalam tuturan para kandidat, interpretasi makna disfemia dalam konteks adu argumentasi politik, serta penerapan temuan-temuan tersebut dalam pembelajaran teks debat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfemia muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu kata, frase, dan kalimat. Bentuk kata paling menonjol digunakan untuk memberikan serangan langsung melalui diksi negatif, sedangkan bentuk frasa memperluas kritik dalam konstruksi bahasa yang lebih kompleks. Bentuk kalimat menyampaikan kritik paling utuh dan terstruktur, berfungsi membangun narasi yang mempengaruhi citra dan kredibilitas lawan. Distribusi penggunaan disfemia berbeda antar kandidat: Anies Baswedan tekanan kritik berbasis kebijakan, Prabowo Subianto dominan dalam serangan personal, sedangkan Ganjar Pranowo lebih terbatas dan cenderung responsif. Makna disfemia yang mencakup meremehkan, menyindir, meremehkan, meremehkan, menuduh, dan memojokkan lawan. Penggunaan makna ini menunjukkan strategi komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat argumen, menghadirkan lawan, dan mempengaruhi persepsi publik. Relevansi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia terlihat dari kemampuan siswa mengenali fungsi retoris, dampak pilihan kata, serta etika komunikasi. Analisis disfemia juga mendukung literasi kritis dan pengembangan karakter, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, reflektif, dan sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam wacana politik tidak netral, melainkan memuat strategi persuasif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan etis peserta didik.
References
Abubakar, R. (2021). Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: Suka-Press UIN Sunan Kalijaga.
Balón, C. K. J. (2024). La tartamudez o Disfemia en la Comunicación Verbal en un niño de 7 años. Lima: Universidad Nacional de Educación.
Booth, A., Martyn-St James, M., Clowes, M., & Sutton, A. (2021). Systematic approaches to a Successful Literature Rview. London: Sage Publications.
Culpeper, J. (2011). Impoliteness: Using Language to Cause Offence. Cambridge: Cambridge University Press.
Estepa, E. N. (2013). Disfemia: Una Revisión Bibliográfica. Almería: Universidad de Almería.
Garaigordobil, M., & Pérez, J. I. (2007). Autoconcepto, Autoestima y Síntomas Psicopatológicos en Personas dengan dan tanpa disfemia: Un Análisis Descriptivo y Ccomparativo. International Journal of Psychology and Psychological Therapy, 7(2), 285–298.
García-Pastor, M. D., & Miller, R. (2019). Disfemia y Ansiedad en el Aprendizaje de Inglés como lengua extranjera. Revista de Logopedia, Foniatría y Audiología, 39(2), 65-75.
Hasibuan, I. S. (2022). Analisis Penggunaan Disfemia pada Tuturan Peserta Dua Sisi Talk Show Kebebasan Berpendapat Berujung Persekusi di TV One. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU], 2(3), 433-442.
Jalali, S., & Wohlin, C. (2012). Systematic Literature Studies: Database Searches vs. Backward Snowballing. Proceedings of the 2012 ACM-IEEE International Symposium on Empirical Software Engineering and Measurement, 29–38.
Kecskes, I. (2020). Interculturality and Intercultural Pragmatics. In The Routledge handbook of language and intercultural communication (pp. 138–155). New York: Routledge.
Khairani, T. (2024). Disfemisme komentar Warganet di Instagram, X, dan Tiktok pada Isu Politik Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Kim, H., Sefcik, J. S., & Bradway, C. (2017). Characteristics of Qualitative Descriptive Studies: A systematic Review. Research in Nursing & Health, 40(1), 23–42.
Lambert, V. A., & Lambert, C. E. (2012). Qualitative Descriptive Research: An Acceptable Design. Pacific Rim International Journal of Nursing Research, 16(4), 255–256.
Larrosa Fuentes, J. S. (2020). Political Talk, Conversation, Discussion, Debate, or Deliberation? An Interpersonal Oolitical Communication Definition and Typology. Guadalajara: Universidad de Guadalajara.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Penerjemah: Tjejep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Novosadova, L. R., Rodríguez, A. R., Bouzas, M. V., Cosculluela, C. L., Negrillo, E. A., & Iglesias, P. V. (2023). ¿Cómo Evaluar e Intervenir Sobre la Disfemia? Un Análisis de Percepciones de Especialistas en Logopedia. Revista de Investigación En Logopedia, 13(1), 1-12.
Palomo, Á. D. C., & Palomo, L. D. C. (2013). Enfermería Infantil y Disfemia: Evolución y Marcadores de Cronicidad. Una Revisión Sistemática. Revista Española de Comunicación En Salud, 4(2), 89-101.
Rabagliati, H., Robertson, A., & Carmel, D. (2018). The Importance of Awareness for Understanding Language. Journal of Experimental Psychology: General, 147(2), 190-205.
Razak, A. (2017). Menggapai Mixed Methods Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Ababil Press.
Rabinovich, E., & Cheon, S. (2011). Expanding Horizons and Deepening Understanding via the Use of Secondary Data Sources. Journal of Business Logistics, 32(4), 303–316.
Rekate, H. L. (2008). The Definition and Classification of Hydrocephalus: A Personal Recommendation to Stimulate Debate. Cerebrospinal Fluid Research, 5(1), 2-10.
Rizqiyah, A. M. (2024). Disfemisme pada Kanal Youtube Rocky Gerung Official Edisi Pemilu 2024 dan Relevansinya terhadap Materi Menulis Teks Eksposisi Fase E Kurikulum Merdeka. Skripsi. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung.
Scott, K., Clark, B., & Carston, R. (2019). Relevance, Pragmatics and Interpretation. Cambridge: Cambridge University Press.
Trinh, Q. D. (2018). Understanding the Impact and Challenges of Secondary Data Analysis. Journal of Clinical Oncology, 36(4), 163–164.
Wodak, R. (2015). The Politics of Fear: What Right-Wing Populist Discourses Mean. London: Sage Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Diyanti T. Niyode, Sayama Malabar, Asna Ntelu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




