The Culture of Intermarriage in the Novel Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam: A Study of Kate Millett's Radical Feminism
DOI:
https://doi.org/10.55909/jpbs.v5i4.1555Keywords:
culture of intermarriage, novel, radical feminismAbstract
This study discusses the culture of bride kidnapping in the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo using Kate Millett’s radical feminism approach. The study aims to describe the culture of bride kidnapping viewed from the aspects of gender inequality and patriarchy. The method used in this study is descriptive analytical, with data collection techniques through reading and note-taking of quotations in the novel. The results show that the culture of bride kidnapping causes various forms of gender injustice, such as abduction, forced marriage, sexual violence, subordination, and psychological pressure against women. In addition, the culture also reflects a strong patriarchal system that places men as the dominant party in social and traditional life. Based on Kate Millett’s radical feminist theory, bride kidnapping culture is a form of patriarchal domination that limits women’s freedom and rights.
References
Arifudin, T., & Susanto, E. (2020). Tokoh Diar dalam Novel Rembang Jingga Karya Tj. Oetoro dan Dwiyana Premadi (Kajian Femeniseme Radikal Menurut Kate Millet). Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 123-137.
Damayanti E., dkk. (2024). Belenggu Patriarki dalam Karya-Karya Oka Rusmini : Kajian Feminisme Radikal Kate Millet. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 9(1), 171-176.
Harun, A., Triyadi, S., & Muhtarom, I. (2022). Analisis Nilai-Nilai Sosial dalam Novel Ancika Karya Pidi Baiq (Tinjauan Sosiologi Sastra). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 466-474.
Iswantoro, G. (2018). Kesenian musik tradisional gamelan Jawa sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 3(1), 129-143.
June, H. (2013). Feminism. New York. Perpustakaan Inggris.
Kelen, K. D. (2022). Kawin Tangkap di Sumba dan Ketidakadilan Gender. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 8(2), 624-632.
Koentjaraningrat, K. (1975). Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Djambatan
Mutaqqim, A. (2003). Tafsir Feminis Versus Tafsir Patriarki. Yogyakarta: Sabda Persada.
Purnomo, D. (2021).Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.
Rohtama, Y., Murtadlo, A., & Dahlan, D. (2018). Perjuangan Tokoh Utama dalam Novel Pelabuhan Terakhir Karya Roidah: Kajian Feminisme Liberal. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 2(3), 221-232.
Ratna, N. K. (2004). Teori Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Razak, A. (2017). Metode Riset: Menggapai Mixed Methods Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Ababil Press.
Rokhimah, S. (2014). Patriarkhisme dan ketidakadilan gender. Muwazah, 6(1), 132-145.
Rokhmansyah, A. (2014). Studi dan Pengkajian Sastra: Perkenalan Awal Terhadap Ilmu sastra.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nurjasmi, dkk. (2016). Perspektif Gender dan HAM dalam Asuhan Kebidanan Komunitas: Modul Mahasiswa. Jawa Tengah: Yayasan Pendidikan Kesehatan Perempuan (YPKP).
Adrienne, R. (2021). Analisis Feminis Keibuan Rich. Inggris. Pustaka.
Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 2 (2), 83–91
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herson Kadir, Rahmatia Suleman, Karmila Husain, Asdia Tonuo, Firanti R. Unusa, Rahma Yuni Djafar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




