Foverty and Resilience in Ernest Hemingway's The Old Man and the Sea and Ahmad Tohari's Ronggeng Dukuh Paruk: A Literature Sociological Perspective

Authors

  • Herson Kadir Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Winangsih Sumba Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Nur Awalia Karim Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Rahmiyati Subula Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Marlona Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Nur Anisa Maku Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Laila Mokodompit Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55909/jpbs.v5i4.1575

Keywords:

poverty, resilience, literature sociology

Abstract

Literary works often reflect the realities of society, particularly in depicting issues of poverty and how people survive. Through the perspective of Alan Swingewood's sociological perspective, this study examines how the themes of poverty and resilience are portrayed in two novels: Ernest Hemingway's "The Old Man and the Sea" and Ahmad Tohari's "Ronggeng Dukuh Paruk." The main objective is to uncover the forms of life's limitations in both stories and then to compare the social portraits they depict. This research was conducted qualitatively using descriptive methods, where data were collected through intensive reading techniques and noting key points. The analysis concludes that both books equally portray the harsh realities of the underprivileged lower classes. However, the characters' survival methods differ. While The Old Man and the Sea showcases resilience centered on the hard struggles of an individual, Ronggeng Dukuh Paruk emphasizes the resilience born of a sense of togetherness and the bonds of the local culture of its people. In light of Alan Swingewood's theory, both novels successfully capture the social situations that actually occurred during their time, proving that literature serves as an honest reflection of real life.

References

Afifah, HL, & Rengganis, R. (2022). Refleksi Kondisi Sosial di Indonesia dalam Album Tashoora Hamba Jaring Cahaya, Hamba Bela Gelapnya: Perspektif Alan Swingewood. Jurnal Sapala, 9 (01), 1-20.

Apriyani, Y., & Uyun, M. (2023). Peran Ketahanan Diri dan Efikasi Diri untuk Meningkatkan Adversity Quotient. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 11 (2), 162-167.

Arifin, MZ (2019). Nilai moral karya sastra sebagai alternatif pendidikan karakter (Novel Amuk Wisanggeni karya Suwito Sarjono). Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 3 (1), 30-40.

Aulia, L., & Karlina, EM (2025). Tokoh Laisa Sebagai Simbol Ketangguhan Perempuan dalam Novel Dia Adalah Kakakku Karya Tere Liye Kajian Feminisme. JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3 (2), 336-349.

Baihaqy, MR, Widyatwati, K., Suryadi, M., & Nugroho, PA (2025). Multidimensi Kemiskinan dalam Cerpen “Gerobak” Karya Seno Gumira Ajidarma. Semantik, 14 (2), 289-304.

Berjudul, Dl, & Ibu, A. (2025). Representasi Kemiskinan Dalam Video Klip Band Karnamereka. Dalam Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Komunikasi (SEMAKOM), 3(2), 900-904).

Connor, KM, & Davidson, JR (2003). Pengembangan Skala Ketahanan Baru: Skala Ketahanan Connor Davidson (CD RISC). Depresi dan Kecemasan , 18 (2), 76-82.

Fariztina, A., Ainusyamsi, T. A., & Rohanda, R. (2025). Perbandingan Latar dalam Novel Perempuan di Titik Nol dan Novel The Baghdad Clock (Kajian Sastra Bandingan). Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, dan Pendidikan, 10 (1), 44-53.

Hastuti, N. (2018). Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Kajian Sosiologi Sastra. Humanika,

Hemingway, E. (2015). Santiago dan laut (Terj. Sapardi Djoko Damono). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Juni, A. (2019). Apa itu Sastra Jenis-Jenis Karya Sastra dan Bagaimanakah Cara Menulis dan Mengapresiasi Sastra.

Kadji, Y. (2012). Kemiskinan dan Konsepsikologinya. Guru Besar Kebijakan Publik Ekonmi dan Bisnis UNG, 17.

Kasim, M., & Ahmad, NS (2019). Ketahanan diri Akademik di Kalangan Murid daripada Ibu Ayah Bercerai. Jurnal Pembelajaran dan Pengajaran Malaysia, 16 (1), 233-256.

Purnamasari, A., Hudiyono, Y., & Rijal, S. (2017). Analisis Sosiologi Sastra dalam Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 1 (2).

Ramdhani, M. (2019). Representasi Kemiskinan Suku Sasak dalam Kumpulan Cerpen Bugiali Karya Arianto Adipurwanto. dalam Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) (Vol. 1, 617-624).

Razak, A. (2017). Metode Riset: Menggapai Mixed Methods Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Ababil Press.

Sari, Z. A. P. (2024). Kajian Sastra Bandingan Novel The Privileged Ones Karya Mutiarini Dengan Novel A Untuk Amanda Karya Annisa Ihsani. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 43-53.

Suyadi, S. (2018). Pemertahanan Sastra Lokal dan Sastra Nasional Melalui Pembelajaran Sastra Bandingan. MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan, 11 (1), 85-97.

Tohari, A. (1982). Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan Buat Emak (Cetakan pertama). Jakarta: Gramedia. Diakses dari Open Library/OPAC Perpustakaan Jakarta. https://kiosperpustakaan.jakarta.go.id/catalogue/detail/327646?utm_source

Downloads

Published

2026-08-17

How to Cite

Kadir, H., Sumba, W., Karim, N. A., Subula, R., Marlona, Maku, N. A., & Mokodompit, L. (2026). Foverty and Resilience in Ernest Hemingway’s The Old Man and the Sea and Ahmad Tohari’s Ronggeng Dukuh Paruk: A Literature Sociological Perspective. Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 5(4), 3885–3894. https://doi.org/10.55909/jpbs.v5i4.1575

Issue

Section

Articles