Pemanfaatan Kearifan Lokal di Kawasan Subayang sebagai Sumber Teks Pengayaan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Authors

  • Irma Solina Progrsm Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Riau
  • Hasnah Faizah Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Auzar Auzar Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Riau, Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55909/jpbs.v2i1.224

Keywords:

kearifan lokal, kawasan Subayang, teks pengayaan, pembelajaran Bahasa Indonesia

Abstract

Wilayah Kampar Kiri atau Rantau Kampar Kiri mencakup 6 kecamatan yaitu Siak Hulu, Perhentian Raja, Kampar Kiri Tengah, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri, dan Kampar Kiri Hulu. Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu memiliki potensi alam dan kesenian tradisonal yang beragam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal. Sungai Subayang terbentang dengan indah dengan potensinya dari hulu sampai ke hilir. Di sepanjang aliran sungai ini terdapat lebih dari 15 desa dengan berbagai keunikan dan khas masingmasing. Di sepanjang aliran Sungai Subayang (setiap desa) memiliki Kawasan Lubuk Larangan dan keseninan batimang atau baghatik (bersenandung menidurkan anak dalam ayunan). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan kearifan lokal di kawasan Subayang sebagai sumber teks pengayaan pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian berlangsung selama 3 bulan pada rentang waktu September s.d. November 2023. Lokasi penelitian di kawasan. Subjek penelitian ini adalah beberapa tokoh masyarakat Subayang sebagai narasumber untuk memvalidasi data kearifan lokal. Para siswa SMA dijadikan sampel penelitian ini untuk menentukan keterbacaan setiap teks tertulis yang bertopik kearifan lokal. Instrumen penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner, dan tes kloz. Semua instrumen memenuhi syarat validitas isi. Hasil penelitian terbentuknya teks pengayaan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang SLTA untuk topik: 1) Batimang; 2) Sungai Subayang; 3) Air Terjun Batu Dinding; 4) musik tradisional Calempong; 5) dan kawasan Lubuk Larangan.

References

Abdussamad, Zuchri. 2021. Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.

Andi, Prastowo. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Bungin, B. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif 2. Jakarta: Kencana.

Fathurrohman, M. & Sulistyorini. 2012. Belajar dan Pembelajaran Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasional. Yogyakarta: Teras.

Harjasujana, A.S. & Mulyati, Y. 2007. Membaca 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Istiawati, F. N. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Cendekia, 10(1), 1-18.

Muhammad. 2018. Sumber Belajar. Mataram: Sanabil.

Owon, R. A. S. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Menulis berbagai Jenis Tteks Bertema Kearifan Lokal Sikka bagi Siswi SMP. JINOP: Jurnal Inovasi Pembelajaran, 3(1): 5. Di akses tanggal 25 Mei 2020.

Razak, Abdul. 2015. Membaca Pemahaman: Teori dan Aplikasi Pengajaran. Pekanbaru: Ababil Press.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Wibowo, Agus. 2015. Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5816713/musik-tradisional-ciri-ciri-fungsi-jenis-dan-contohnya.

Downloads

Published

2023-01-15

How to Cite

Solina, I., Faizah, H., & Auzar, A. (2023). Pemanfaatan Kearifan Lokal di Kawasan Subayang sebagai Sumber Teks Pengayaan Pembelajaran Bahasa Indonesia . Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 2(1), 97–106. https://doi.org/10.55909/jpbs.v2i1.224